Terus terang saat pertama dengar nama museum ini, aku pikir Museum Macan menampilkan berbagai koleksi yang ada hubungannya dengan macan. Ternyata aku salah. Setelah membaca ulasannya di website mereka, kata macan merupakan singkatan dari The Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara.
![]() |
| Salah satu sudut Museum Macan |
Selain namanya yang cukup nyentrik, rupanya Museum Macan memang sedang hits sekali. Alasannya (menurutku), Museum Macan mengangkat tema seni modern dan kontemporer yang anak muda banget. Museum Macan juga punya banyak spot foto menarik yang sangat artistik.
Terhitung sejak tanggal 4 November 2017 - 18 Maret 2018, Museum macan menyelenggarakan pameran bertajuk Seni Berubah, Dunia Berubah. Pameran ini menampilkan total 90 karya dari 800 koleksi seni yang dimiliki Museum Macan. Pameran ini juga disebut sebagai 'penampilan publik perdana' dari koleksi-koleksi Museum Macan.
Aku sendiri, datang berkunjung dengan dua orang teman tepat dua hari menjelang Natal 2017. Pasti bisa ditebak ya gimana ramainya suasana saat itu. Sampai dalam hati aku sangat menyesal dan bertekad ga akan kesana lagi saat public holiday. Haha.
Transportasi Menuju Museum Macan
Aku dan teman-teman memutuskan untuk naik kereta menuju Museum Macan. Kami bertemu dan naik kereta dari Stasiun Cawang pukul 13:00. Dari Stasiun Cawang, kami naik kereta sampai Stasiun Duri. Di staisun ini, kami turun dan berpindah ke kereta dengan tujuan Tangerang. Perjalanan kami lanjutkan ke dua stasiun selanjutnya hingga kami sampai di Stasiun Pesing (Stasiun Pesing adalah stasiun terdekat dengan Museum Macan).
Keluar dari Stasiun Pesing, perjalanan kami lanjutkan dengan memesan Grab Car. Total waktu yang dibutuhkan kurang lebih dua jam hingga kami tiba di tempat tujuan. O iya, buat kamu yang mau coba kesana via Trans Jakarta, halte terdekat dengan Museum Macan adalah halte Kebon Jeruk.
Tiket dan Waktu Operasional Museum Macan
Lelahnya perjalanan ke Museum Macan masih belum seberapa dibanding pengorbanan selanjutnya yang harus kami lakukan. Yup, apa lagi kalau bukan soal antri! Antrian ini antara lain meliputi: antri beli tiket, antri masuk musem dan antri masuk ke ruangan kubus (ini adalah ruangan kecil yang jadi spot foto keren di Museum Macan. Nanti akan aku ceritakan lebih lanjut di artikel ini).
Soal beli tiket, sebenarnya bisa diantisipasi dengan cara membeli secara online. Aku saat itu lupa kalau Museum Macan melayani penjualan tiket secara online. Dengan beli tiket via online, kamu ga perlu khawatir lagi buat antri panjang, khususnya kalau sedang public holiday seperti saat aku kesana.
Soal beli tiket, sebenarnya bisa diantisipasi dengan cara membeli secara online. Aku saat itu lupa kalau Museum Macan melayani penjualan tiket secara online. Dengan beli tiket via online, kamu ga perlu khawatir lagi buat antri panjang, khususnya kalau sedang public holiday seperti saat aku kesana.
Untuk masuk ke Museum Macan, pengunjung diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp 50.000. Museum Macan sendiri buka mulai hari Selasa - Minggu sejak pukul 10:00 - 19:00 (hari Senin dan libur nasional Museum Macan tidak beroperasi).
Sembari menunggu antri pembelian tiket, pengunjung juga bisa melihat-lihat dua koleksi lukisan yang terpajang di bagian luar, pameran produk yang bisa dibeli atau area Flating Garden yang ga kalah instagramable. Flating Garden sendiri, merupakan ruangan seni yang didedikasikan untuk memberi edukasi kepada anak-anak tentang dunia seni.
![]() |
| Flating Garden Museum Macan |
![]() |
| Penampakan dinding Flating Garden Museum Macan, ditambah saya :D |
Koleksi Museum Macan
Dalam pameran bertajuk Seni Berubah, Dunia Berubah ini, Museum Macan tidak hanya menampilkan karya-karya seniman lokal, melainkan juga dari mancanegara. Karena aku ga begitu mengerti seni, aku hanya singgah dan mengabadikan beberapa lukisan yang menurutku unik.
Berikut beberapa foto lukisan di Museum Macan yang sempat aku abadikan.
![]() |
| Lukisan berjudul Choir karya Liu Ye (2000) |
![]() |
| Salah satu lukisan yang gede bgt tapi aku lupa nama dan pelukisnya. wkwk |
![]() |
| Lukisan berjudul A Father is Trying to Collect the Memories of His Family karya I Dewa Ngakan Made Ardana (2016) |
![]() |
| Karya Seni berjudul ASEAN |
The Most Instagramable Spot of Museum Macan
Kenapa aku bilang spot yang paling instagramable? Karena tempat ini adalah yang biasanya paling sering mucul saat kita googling tentang Museum Macan. Tempat ini juga yang jadi alasan utama orang-orang seperti aku datang karena penasaran dengan Museum Macan.
Spot foto yang aku maksud adalah sebuah ruangan kecil berbentuk kubus. Dari luar, ruangan ini tampak biasa saja. Tapi, setelah masuk ke dalamnya kita baru akan melihat hamparan lampu warna-warni yang sangat indah karena dipantulkan oleh dinding kaca di sekeliling ruangan tersebut. O iya, karena ga terlalu luas, pengunjung dihimbau untuk tidak terlalu banyak gerak diruangan ini. Hal tersebut juga untuk mengantisipasi agar pengunjung ga terpeleset ke air di bagian pinggir ruangan (*ini pengalamanku pribadi, so hati-hati yaa guys. wkwkwk)
Karena tempatnya memang keren, jadi banyak banget pengunjung yang antri buat masuk ke ruangan ini. Aku kurang tahu, dalam kondisi normal berapa lama durasi yang diberikan ke pengunjung untuk sekali masuk. Tapi waktu aku kesana (dipengaruhi oleh public holiday menjelang Natal, antrian mengular, dll), pengunjung dibatasi hanya boleh 22 detik masuk ke ruangan ini. What, 22 detik? Ya, 22 detik!.
Lantas hasilnya? Lumayan lah, ga terlalu mengecewakan. Haha. Berikut hasil foto yang aku maksud.
![]() |
| Saya, di dalam ruang kubus yang penuh warna |
Mau ke Museum Macan? Berikut yang Perlu Diperhatikan
Dari cerita di atas, ada beberapa hal yang mau aku simpulkan dari kunjungan ke Museum Macan.
Pertama. Kalau kamu ingin suasananya lebih kondusif, mungkin bisa kesana di luar holiday. Bahkan kalau bisa diluar weekend supaya lebih aman lagi. Wkwkwk.
Kedua. Supaya tak buang-buang waktu karena antri beli tiket, sebaiknya beli tiket secara online saja. menurutku ini lebih efektif dan efisien.
Ketiga. Kalau punya kamera, jangan lupa siapkan kamera terbaikmu saat akan ke museum ini. Soalnya ga cuman spot instagramable yang aku ceritain sebelumnya, koleksi-koleksi Museum Macan juga sangat sayang kalau dilewatin begitu saja.
Nah, kurang lebih itu dulu yang bisa aku ceritakan tentang kunjungan ke Museum Macan. Semoga bermanfaat yaa. Dan kalau ada yang mau koreksi atau tambahin info tentang Museum Macan, aku persilakan.








1 komentar
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus